Pemberitaan surat kabar edisi Selasa (6/5) mirip seperti saat mantan Presiden Soeharto wafat. Kala itu headlines di halaman 1 semuanya memberitakan mangkatnya bekas penguasa orde baru tersebut. Kali ini, headlines halaman 1 semua surat kabar memberitakan harga BBM yang bakal naik.
Coba simak judul-judul berita yang menjadi headlines berikut ini. Koran Tempo: “Presiden Pastikan Harga BBM Naik”; Kompas: “Presiden: Harga BBM Akan Naik”; Suara Karya: “Harga BBM Pasti Naik, Berkisar 10-30 Persen”; Kontan: “Presiden Setuju Harga BBM Bersubsidi Naik”.
Media Indonesia: “Pemerintah Pastikan Harga BBM Naik 20%-30%”; Rakyat Merdeka: “Rasa-rasanya Harga BBM Segera Naik”; Republika: “Harga BBM akan Naik Terbatas”.
Bisnis Indonesia: “Harga BBM dipastikan naik”; Pikiran Rakyat: “Harga BBM Dipastikan Naik”; Investor Daily: “Harga BBM Pasti Naik”.
Terlihat ada tiga koran yang judulnya sama/hampir sama, yakni Bisnis Indonesia, Pikiran Rakyat, dan Investor Daily.
Karena belum ada keputusan resmi menyangkut besarnya kenaikan, umumnya koran-koran tersebut tidak mencantumkan persentase kenaikan. Hanya dua koran yang menulis persentase, yaitu Suara Karya dan Media Indonesia.
Perlu tidaknya kenaikan harga BBM tidak lagi menjadi wacana karena tinggal menunggu pengumuman resmi pemerintah. Yang menjadi pertanyaan, dan inilah isu yang ditunggu pers dan publik, adalah kapan dan berapa besar kenaikan tersebut?
Bila sudah ada keputusan resmi, dan tidak ada berita yang lebih heboh, headlines halaman 1 pasti tentang kenaikan tersebut. Mungkin judulnya, “Harga BBM Naik ….%”, atau “Harga BBM Naik Mulai ….”.
Kapan dan berapa?
No Comments Yet
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar
