Bandar Jakarta

Bukan nama  restoran atau pelabuhan. Jangan pula dihubung-hubungkan dengan bandar narkoba. Bandar Jakarta  adalah nama program berita berbahasa Betawi, yang tayang  Senin-Jumat, 21.30 WIB, di Jak TV. Program berita ini tayang  perdana    mulai  Senin (5/5).

Warna Betawi  bukan cuma pada bahasa. Busana  pembaca beritanya  juga memakai pakaian khas Betawi.  Dalam tayangan Rabu  (7/5), misalnya, pembaca berita – istilahnya:  nyang  bawain  acare - Reni J Pisa,   mengenakan kebaya  berwarna  merah.     

Program berita ini   dibuka dengan salam dan  sebuah pantun. Malam itu  ada  8  berita dan feature yang Reni    bacakan. Antara lain,   pemusnahan  ratusan bajaj,  bakti sosial Kodam Jaya,  meningkatnya pasien demam berdarah di  RS Budi  Asih,  dan ujian nasional SMP.

Sama seperti  pembaca berita  pada program  berita   regular  berbahasa Indonesia, yang  akan mengingatkan pemirsa untuk  tidak  pindah ke lain stasiun  menjelang jeda iklan,  Reni  juga  melakukan hal yang sama, tapi dengan membaca pantun.  Ini contohnya:  ”Ke stasiun Gambir   naek odong-odong, jangan pada ngacir dong!”

Setelah berita terakhir dibacakan,  tampillah  Rusdi Saleh, Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB),  untuk menjelaskan salah  satu kata  yang   telah dibacakan.  Kali itu dia menjelaskan tentang kata amprok, yang artinya  ketemu tidak sengaja.

Acara pun berakhir.   Sebagaimana pembukaan, yang dimulai dengan salam dan pantun, acara itu juga ditutup dengan pantun dan salam.  ”Makan  pepes bandeng    di teluk Jakarta,  terus panteng    Bandar  Jakarta.”

Acara   ini   tercatat sebagai satu-satunya program berita berbahasa Betawi di stasiun tv. Ini terobosan baru  karena selama ini  bahasa  atau  dialek Betawi  lebih banyak tampil dalam acara  lenong  atau sinetron. 

Sebagai  program baru, masih banyak  yang perlu dibenahi. Contohnya,  dalam program berita  berbahasa asing seperti Inggris atau Cina,    wawancara dengan    nara sumber juga  dilakukan dengan  bahasa  Inggris atau Cina.

Idealnya,   Bandar Jakarta juga  mewawancarai  nara sumber dengan bahasa Betawi, sehingga bukan hanya  pembaca  berita dan  pengisi suara  yang menggunakan bahasa Betawi.  

Marilah berbahasa Betawi nyang baek dan bener!

1 Komentar

  1. [...] jam 21.30. Seperti halnya Pojok Kampung, Bandar Jakarta juga menggunakan bahasa pengantar betawi. Tidak hanya bahasa , pembaca beritanya juga berbusana betawi. Selain itu, setiap menjelang jeda selalu di akhiri [...]


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar