Rampok makin ganas dan tak pilih korban. Kali ini yang jadi sasaran adalah rumah Anggota DPR Hakim Sorimuda Pohan (65) di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kerugian diduga mencapai miliaran rupiah. Namun hal itu dibantah Hakim.
“Memang ada cek perjalanan milik istri saya, tetapi itu sisa 20 tahun lalu. Juga tentang perhiasan yang hilang, itu simpanan masa lalu. Tak banyak. Uang yang hilang juga cuma uang yang disisihkan pengeluaran bulanan,” katanya seperti dikutip Kompas, Sabtu (10/5).
Menurut Hakim, kabar yang menyebutkan bahwa dia kehilangan harta benda yang nilainya sampai miliaran rupiah menyudutkan dirinya.
“itu berita menyesatkan, yang mau menyudutkan saya sebagai anggota DPR,” tegasnya.
Perampokan terjadi pada Jumat (9/5), sekitar pukul 10.00, ketika pembantu rumah tangga (PRT) hanya seorang diri di rumah tersebut. Dua laki-laki mengetuk pintu dan mengaku disuruh majikan si PRT membetulkan daun pintu di rumah tersebut. Kedua lelaki itu mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter warna biru.
Berdasarkan penuturan PRT kepada polisi, satu dari laki-laki itu lalu menyuruh PRT tersebut untuk membuatkan teh. Ketika itu satu orang lainnya menerobos masuk ke kamar utama dan menjarah sejumlah harta. Setelah berhasil menjarah, keduanya kabur.
Berdasarkan catatan di kepolisian, ada 10 barang yang hilang. Yakni, enam lembar cek perjalanan senilai masing-masing 100 dollar Australia, uang kontan Rp 12 juta, uang US$ 250, emas batangan seberat 1 kg, arloji emas, dua pasang perhiasan emas bermatakan berlian, sepasang perhiasan emas putih, empat gelang emas, dua rantai emas, dan satu liontin berukir tulisan arab.
Melihat banyaknya perhiasan emas yang hilang, tak heran bila muncul spekulasi kerugian mencapai miliaran rupiah, mengingat tingginya harga emas saat ini.
Nama dr H Hakim Sorimuda Pohan, Sp OG, selama ini memang tak banyak diberitakan. Anggota Fraksi Partai Demokrat ini duduk di Komisi IX DPR. Dia berasal dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I.
Menurut buku Wajah DPR dan DPD 2004-2009, pria berusia 65 tahun ini menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) pada 1967. Dia kemudian melanjutkan pendidikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan di FK UI, dan tamat pada 1975.
Sejak 1969 dia berkarier sebagai dokter FK UI. Setelah merampungkan pendidikan spesialisnya, kariernya meningkat menjadi dokter spesialis kebidanan dan kandungan FK UI.
No Comments Yet
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar
