Bersuara di Bulan Mei

Momen Kebangkitan Nasional ternyata   banyak dimanfaatkan para  tokoh, umumnya mantan pejabat, untuk kembali bersuara.  Mereka yang telah lama  menghilang,  tak pernah tampil di tv atau  bicara di forum-forum diskusi,  kembali  muncul dan bicara di mana-mana.

Panggung diskusi  dan talk show pun kembali marak.    Pekan ini saja misalnya,   kita bisa menyaksikan  kembali tampilnya  mantan Presiden BJ Habibie dalam acara  Today’s Dialogue di Metro TV.

Dalam acara yang dipandu Meuthia Hafid itu  Habibie  menjadi panelis bersama  Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan mantan Ketua MPR Amien Rais. Sedangkan  mantan Menko  Perekonomian Kwik Kian Gie dan mantan Kepala BIN Hendro Priyono menjadi pembahas.

Sebagai mantan presiden, Habibie tampak makin bijak. Dia tidak asal  serang dan kritik berbagai kebijakan pemerintah, seperti rencana menaikkan BBM dan penjualan BUMN. Dia juga  tidak marah dan hanya   tertawa ketika  Jusuf Kalla  mengutip “lagu  Arab” (maksudnya  qasidah/marawis) yang  syairnya memakai kata habibi (Arab: kekasih).

Berbeda dengan Habibie,  Amien Rais nampak agresif sekali menyerang kebijakan  pemerintah.  Yang dia kecam, antara lain mental inlander yang tunduk pada  negara besar,  rencana   penjualan BUMN yang  menguntungkan,  dan  rencana kenaikan BBM. 

Lidahnya masih setajam dulu saat menggulirkan  reformasi untuk  menggulingkan Soeharto. Apalagi dia baru saja  meluncurkan buku berjudul Selamatkan Indonesia, yang isinya banyak memuat kritik terhadap jalannya pemerintahan saat ini maupun  yang terdahulu.     

Entah karena  kesal terhadap kritik Amien, atau karena  merasa  sebagai  saudagar  lebih mengerti masalah ekonomi, Jusuf Kalla  tak bisa menyembunyikan kegusarannya. “Anda tidak mengerti apa-apa   soal ekonomi global,” katanya. 

Tak mau kalah, Amien balas menjawab, “Anda yang tidak  tahu apa-apa!”

Untungnya, saling   tuding itu  tak berlanjut. Meski  banyak melontarkan kritik, Amien juga  secara fair mengakui keberhasilan pemerintah  dalam menyelesaikan konflik di Aceh.

Pemirsa  masih bisa menyaksikan debat yang panas tersebut pekan depan, karena Metro TV akan menyiarkan lanjutannya  dengan menghadirkan nara sumber yang sama.

Setelah  meluncurkan buku  dan  tampil di Today’s Dialogue,    Amien Rais kembali  bersuara  di dua forum, yakni   peluncuran buku  karya  mantan Anggota DPR Haryanto Taslam, yang berjudul 40 Hari Digenggam  Kekuasaan, serta  konferensi internasional bertema Kemerdekaan  dan Hak Bangsa Palestina untuk Kembali serta 60 Tahun  Pembasmian Etnis. 

Dalam peluncuran bukunya Haryanto Taslam, Amien kembali  bicara keras soal mental inlander.  Menurut dia,   ada beberapa kriteria bagi calon  presiden (capres) mendatang.  Antara lain,   figur  yang  maju sebagai capres harus  mampu mengucapkan   selamat tinggal pada  mentalitas   anak jajahan (inlander).

“Artinya pemimpin    itu adalah sosok  yang   betul-betul  mandiri.  Dia harus yakin  bahwa bangsa ini  bisa maju    tanpa bergantung  dari bangsa lain,” katanya  seperti dikutip Republika, Kamis (15/5).

Saat menjadi pembicara utama dalam konferensi tentang Palestina, Amien, seperti ditulis Kompas, Kamis (15/5),  menyatakan konflik Palestina dan Israel bukanlah konflik berdasarkan agama, melainkan konflik  politik, ekonomi, kemanusiaan, hukum,  nasionalisme,  dan keserakahan manusia.

“Saya 100 persen  mendukung   pendapat  itu,” ucapnya.

Menurut  dia,  pemerintah Indonesia tidak serius memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Contohnya, di media  menyatakan mendukung secara penuh,  tapi di lain pihak   para elite politik  memandangnya secara subyektif.

“Di satu sisi kita  membela Palestina, tetapi di sisi lain  kita juga tidak tahan  dengan lirikan mata    dari George W Bush,” katanya  disambut gelak tawa hadirin.

 Amien Rais memang   pembuat berita yang komentarnya pedas dan  kerap membuat merah kuping  pendengarnya. Di beberapa koran, bisa dibaca komentar para pendukung  SBY dan Jusuf Kalla atas  kritik pedas Amien terhadap bos mereka. Umumnya berupa kecaman, seperti “tidak elegan”, “kampungan”, dan “seperti tokoh LSM”.

Kritik Amien nampaknya masih akan berlanjut mengingat masih ada dua “panggung” yang  akan terjadi dalam waktu dekat. Yakni, peringatan Kebangkitan Nasional (20 Mei), dan   kenaikan harga BBM (akhir Mei/awal Juni). 

Adakah kritik terbaru yang akan dia lontarkan?

& Komentar

  1. Dialog yang menampilkan tokoh-tokoh nasional seperti todays dialogue episode kemarin sangat menarik,, tayangan seperti ini lah yang sangat kita nantikan..

  2. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://politik.infogue.com/bersuara_di_bulan_mei


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar