Tukul Arwana memang jago bikin plesetan dan memancing tawa. Kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dia plesetkan.
Dalam acara Semarak Ulang Tahun ke-9 Rakyat Merdeka di Hotel Mulia, Jakarta, yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono, Tukul sempat mewawancarai Ketua KPK Antasari Azhar.
Tukul: Kok kado pernikahan Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR) diperiksa KPK? Apa KPK sekarang berubah menjadi Komisi Pemeriksaan Kado?
Antasari: Dik Tukul, saya sangat senang sekali dengan pertanyaan ini. Pada kesempatan yang baik ini, akan saya gunakan untuk mensosialisasikannya.
Sebenarnya sudah banyak yang memahami, tapi mungkin karena kesibukan jadi tidak ingat lagi. Saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pak Hidayat Nur Wahid, karena justru beliau yang proaktif untuk melakukan itu (pemeriksaan).
Seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden, KPK tidak hanya melakukan penindakan, tapi juga pencegahan. Jangan sampai ada masyarakat yang mengganggu penyelenggara negara. Kalau silaturrahmi perkawinan saya sarankan sebaiknya (menyumbang) ya Rp 1 juta, toh tidak akan menimbulkan apa-apa kalau kita menyumbang sebesar itu kan.
Tukul: Oh.. ya…ya Rp 1 juta dikali sejuta orang.
Antasari: Ya, kan cukup, kan?
Tukul: Cukup, Pak, cukup. Cukup melelahkan juga.
Wawancara host Empat Mata tersebut dengan Antasari membuat hadirin, termasuk Presiden dan istri, terpingkal-pingkal. Ini bukan wawancara pertama Tukul dengan Antasari. Belum lama berselang, Ketua KPK itu diundang menjadi bintang tamu di Empat Mata.
Pada kesempatan itu Tukul juga menanyakan latar belakang Antasari sebagai jaksa yang harus menangkap jaksa yang diduga menerima suap.
“Apa bapak nggak takut dimusuhin orang di kejaksaan karena menangkap teman sendiri?” tanya Tukul.
Menanggapi pertanyaan itu, Antasari minta agar penangkapan itu jangan dilihat sebagai penangkapan terhadap institusi.
“Tapi itu penangkapan oknum. Karena itu sudah tugas saya, sudah panggilan. Bagaimanapun saya harus memberikan warna yang terbaik terhadap korps saya,” dia menegaskan.
Dia berjanji akan terus melakukan pembersihan, khususnya di jajaran kejaksaan. Antasari yakin jajaran kejaksaan sangat memahami hal itu.
“Hikmahnya adalah korps saya sudah mulai melakukan perbaikan dan reformasi. Kepada Jaksa Agung dan jajarannya saya berikan apresiasi setinggi-tingginya,” demikian Antasari Azhar.
1 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar

Tambah banyak komisi di Indonesia nih,,