Kivlan Zein Membidik RI-1

Bertambah lagi    purnawirawan  perwira tinggi TNI yang mendeklarasikan diri sebagai calon presiden.  Mayjen  TNI (Purn)  Kivlan Zein, mantan Kepala Staf Kostrad,  mendeklarasikan   dirinya  sebaga calon   presiden di  Gedung Kebangkitan Nasional (eks Gedung Stovia), Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (5/6).

Pria asal Aceh ini belum mempunyai kendaraan politik untuk maju  sebagai   calon presiden.   Dalam wawancara  dengan Rakyat Merdeka, Jumat (6/6), Kivlan  mengakui  deklarasi itu tidak melalui kendaraan politik. “Yang terpenting mendeklarasikan   sebagai calon presiden,” tegasnya. 

Menjadi calon presiden, tentu  perlu “gizi” yang  cukup besar. Tapi  Kivlan   mengaku tak punya  fulus  untuk kampanye. “Saya punya modal  otot dan otak.   Dengan dua kekuatan ini,   saya optimis bisa jadi presiden.”

Yakin bisa?

“He..he..he.. Saya kira saya punya  ukuran dan kemampuan untuk disumbangkan   bagi bangsa tercinta ini.   Oleh  sebab itu,  saya siap jadi RI-1″.  

Dia juga  menolak anggapan  ingin menyaingi  dua purnawirawan lainnya, Wiranto dan Sutiyoso, yang sudah terang-terangan  akan maju sebagai calon presiden.

“Tidaklah.  Itu dadamu, ini dadaku. Mereka punya konsep,    saya juga punya,” katanya,

Meski terdengar naif, bila terpilih sebagai presiden, Kivlan  menyatakan sanggup menyerahkan gajinya, bila perlu semuanya, untuk rakyat. 

“Sekadar  bisa makan  dan bisa menjalankan    tugas itu saja sudah  cukup    bagi saya.  Saat ini,   ada tidak yang berani melakukan itu? Kalau saya,    sudah tentu akan siap meskipun tidak digaji, yang penting cukup   untuk makan!”

 Sebelum deklarasi tersebut, nama Kivlan cukup  lama tak terdengar  kiprahnya. Terakhir kali   dia tampil dan dimintai komentarnya di media massa  seputar buku   mantan Presiden BJ Habibie,   Detik-detik yang Menentukan.  

Di dalam buku itu, Habibie mengisahkan keputusannya  memberhentikan Panglima Kostrad  Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto. Setelah diberhentikan  sebagai   Pangkostrad dan diperiksa oleh Dewan Kehormatan Perwira, karir  Prabowo meredup, lalu pensiun dan beralih menjadi pengusaha.

Saat itu, Kivlan menjadi Kepala Staf Kostrad, dan tahu banyak  intrik dan persaingan di kalangan petinggi TNI. Setelah Prabowo lengser, Kivlan juga  dicopot  dari Kepala Staf Kostrad, dan “diparkir” sebagai perwira tinggi di Mabes TNI.

Bila Kivlan  sudah terang-terangan mendeklarasikan diri sebagai  calon presiden, Prabowo belum melakukan deklarasi. Namun sebuah partai baru,  Gerindra (Gerakan Indonesia Raya), sudah menyatakan dukungan terhadap Prabowo  sebagai calon presiden.

Akankah dua sahabat ini bisa  bertarung di pemilihan presiden 2009? 

& Komentar

  1. cukup untuk makan apa pak?
    makan nasi atau?

  2. Saya setuju Pa Prabowo jadi Capres. Klo kita ingin maju harus melihat ke depan. Masa lalu dijadikan pelajaran yang berharga. Yang penting sekarang kita jadikan para petani meningkat pendapatan dan kesejahteraannya. Para petani sekarang sudah pintar, mana capres yang betul-betul ikhlas untuk membantu memperbaiki nasibnya. Iklan HKTI di TV merupakan janji dan akan terbukti jika kekuasaan sudah diraih. Jika tidak terbukti, kita tagih bersama-sama.

  3. saya 100% mendukung boss Prabowo, pertanian adalah dasar dari dari semuannya, coba kita lihat pertanian sekarang yang sangat memprihatinkan, semoga prabowo bisa benar2 menjalankan misinya untuk bangsa indonesia yang smakin hari semakin terpuruk, dukung Prabowo pegang janjinya bila tak terbukti lengserkan saja buang ditempat sampah, MERDEKA !!!!

  4. Saya sangat senang dan setuju Pak Prabowo mencalonkan diri menjadi Capres pada pemilu 2009 mendatang. Dengan visi untuk membangun ekonomi kerakyatan dan di dukung jiwa dan semangat Nasionalis yang tinggi dari Pak Prabowo, serta latar belakang kelurga dan pendidikan yang sangat memadai, maka saya berkeyakinan apabila dipercara oleh rakyat Indonesia Pak Prabowo dapat membuat perubahan dan mengangkat Indonesia keluar dari keterpurukan yang selama ini belum dapat dilakukan leh pemimpin – pemimpin yang lain. Buatlah Macan Asia Mengaung kembali……

  5. Para mantan jenderal alias purnawirawan, karena atributnya nggak lepas-lepas dari namanya, pada mimpin berebut ingin jadi kandidat ‘presiden’ pada Pemilu 2009 di negeri kita ini ! Kalau motivasinya, hanya karena kok Pak SBY yang juga ‘purnawirawan’ bisa merebut RI 1 pada Pemilu 2004, kenapa saya yang pernah sebagai ‘atasan’-nya, kok nggak bisa??? Lucu kalau motiasinya seperti ini, alamat rusaklah bangsa dan negeri ku !

  6. Saya acungi jempol dan angkat topi setinggi cita-cita yang bapak utarakan, bahwa bapak hanya ingin mengabdi kepada negara dan bangsa, cukup bagi bapak hanya makan saja walaupun gaji yang akan bapak terima bila terpilih sebagai RI-1 akan bapak serahkan kepada rakyat, tapi seberapa besar gaji untuk jabatan RI -1, sampai saat ini semua rakyat tidak mengetahuinya. Walaupun gaji akan bapak serahkan ke rakyat apakah termasuk penghasilan seorang Presiden Republik Indonesia akan Bapak serahkan pula??????? Saya yakin bahwa penghasilan yang akan didapat oleh RI – 1 jauh lebih besar dari gajinya, Pak republik ini sangat kaya, sehingga tidak menutup kemungkinan seorang RI – 1 hanya mendapatkan gaji saja. Bila hanya mendapatkan gaji saja mana mungkin (Alm) Suharto bertahan selama 32 thn, Gus Dur, Megawati & SBY ingin menjadi RI – 1 lagi. Bahkan Wiranto yang pernah gagal melalui GOLKAR berusaha muncul kembali melalui HANURA, Prabowo berusaha melalui GERINDA, Sutiyoso yang sudah merasakan enaknya menjadi penguasa di Jakarta ingin merasakan berkuasa di Republik Indonesia. Begitu juga Akbar Tanjung ingin merasakan manisnya kue RI – 1. Inilah Indonesia yang terlalu banyak orang pintar, sehingga mereka berusaha memanfaatkan kepintarannya untuk membodohi rakyat dengan berbagai janji.


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar