Meski tahun lalu tidak menerima mahasiswa baru, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tidak akan dibubarkan. Selain tetap mempertahankan kampus IPDN di Jatinangor, Jawa Barat, pemerintah akan membentuk IPDN baru di empat provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat.
Tapi namanya bukan lagi IPDN, melainkan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP). IIP di lima provinsi itu akan dibuka Oktober mendatang.
“Secara formal, kami masih menunggu keputusan Presiden yang sedang dipersiapkan. Namun pada tahun ajaran baru 2008-2009 ini, kelima lembaga pendidikan tersebut diharapkan sudah mulai berjalan, ” kata Mendagri Mardiyanto, seperti dikutip Kompas, Senin (9/6).
Mardiyanto menambahkan, pengembangan lembaga pendidikan pamong praja itu direncanakan diselenggarakan maksimal di 10 provinsi di Indonesia.
Selain penambahan infrastruktur pendidikan, pembinaan internal di IPDN juga dilakukan melalui pengadaan jumlah tenaga pengasuh yang seimbang dengan jumlah praja.
“Dengan rasio pengajar dan praja yang seimbang, ekses-ekses negatif pendidikan dapat dihindarkan,” kata mantan Gubernur Jawa Tengah.
Pada tahun ajaran 2008-2009, Departemen Dalam Negeri kembali menerima 1.000 praja baru. Sekitar 600 praja akan ditempatkan di IPDN Jatinangor, dan 400 praja disebar di empat provinsi lainnya.
Tahun ini IPDN mengukuhkan 992 praja muda angkatan XVI, terdiri dari 720 praja laki-laki dan 272 praja perempuan.
Pembentukan IPDN baru di empat provinsi itu akan memudahkan calon praja dari luar Jawa memilih tempat menimba ilmu. Namun pemerintah perlu menjelaskan kepada masyarakat alasan dipilihnya empat provinsi tersebut.
Sebab, nantinya Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara, masing-masing memiliki 1 IPDN. Sementara di Sumatera ada dua IPDN, masing-masing di Sumatera Barat dan Riau. Dari segi geografis, kedua provinsi itu berdekatan.
Bila Sumatera punya dua IPDN, sementara di Kalimantan, Papua, dan Maluku tidak ada, apa tidak “cemburu” provinsi-provinsi di tiga wilayah tersebut?
2 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar

Biarpun IPDN ganti jd IIP,,
tak meNyuruT kn tkat saya,untk jd sLh sTu pRaja …
Kami menukung itu semua asal, tujuan memajukan negara yang kita cintai. Namun informasi itu baik di brosur maupun media masa yaach, yang tahu kok orang pejabat ajaaa yaaa