Allah Menggerakkan Hatinya untuk Menolong

Di kala menemui kesulitan,  terkadang  kita mendapat  bantuan dan pertolongan  yang tak terduga.  Bahkan kita sendiri  tidak kenal jati diri orang yang menolong  kita. Dengan ikhlas orang tersebut membantu  tanpa pamrih. 

Saya mendapat bantuan dari orang tak dikenal ketika  mobil mogok di sebuah SPBU, yang terletak   di  satu rest area di  tol Cikampek.  Ceritanya, usai isi solar,    mobil tak mau distater.  Saya langsung ambil kesimpulan akinya bermasalah.

Setelah mobil dipinggirkan,  kap  dibuka  dan  aki diperiksa.  Karena  kepala aki masih bersih,  mur dan bautnya yang dikencangkan, siapa tahu ada yang longgar. Lalu  dicoba dihidupkan lagi.  Tapi tetap saja  mesin tak mau hidup.

Kembali aki diutak-atik. Ketika  sibuk mengutak-atik,  sebuah  mobil berhenti di belakang mobil saya.  Tanpa mematikan mesinnya, seorang  pria  turun dari mobil tersebut.  Penampilannya cukup gahar.  Memakai topi, t-shirt, dan celana jeans, rambutnya gondrong, dan berkumis tebal.

“Kenapa, pak.  Akinya, ya? Mobil saya juga  tadi pagi nggak mau hidup,” katanya membuka percakapan.     Mobil yang dia kemudikan sama tipenya dengan mobil saya, Daihatsu Rocky keluaran 90-an. Rupanya  penyakitnya sama. Aki sering ngadat.  

Mendengar  kata-katanya,  saya berkesimpulan kalau kami teman senasib.  Saya lupakan  penampilannya yang gahar dan  mulai berbincang-bincang dengannya.  Kami saling menanyakan tujuan masing-masing.  Ternyata  dia mau ke Krawang, sedangkan saya  mau ke Bandung.  Orang itu berprofesi  sebagai kontraktor, dan sering bepergian jauh  dengan Rocky-nya. 

Selesai utak-atik aki, saya coba stater kembali. Tetap tak mau hidup. Akhirnya saya putuskan untuk didorong saja.  Orang tersebut  berpendapat sama.  Dia langsung  ke belakang mobil dan ambil ancang-ancang untuk mendorong.

Nggak dimatiin dulu mesin mobilnya,” kata saya mengingatkan.

“Ah, biarin aja,” balasnya.

Mobil pun didorong. Alhamdulillah, sekitar 3-4 meter setelah didorong, mesin kembali menyala.  Saya  jabat tangan orang tersebut. “Terima kasih, pak.”

Dia membalasnya dengan senyum lebar.  “Sama-sama.” Dia kemudian berlalu  sambil melambaikan tangannya.

Selain mengucap syukur  ke hadirat Allah, saya  merenungi  kejadian tersebut. Saya yakin orang tersebut digerakkan Allah  untuk membantu hambanya  yang mengalami kesulitan.   Tanpa diminta, apalagi disuruh, dengan spontan dia membantu. Meskipun penampilannya  gahar, namun hatinya mulia.

Semoga Allah membalas budi baiknya dengan ganjaran yang berlipat ganda.    

 

No Comments Yet

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar