Misinformasi yang Bikin Pendukung Turki Stres

Partai semi final Euro 2008 antara Turki vs Jerman, Kamis (26/6) dinihari, berlangsung menarik karena kedua kesebalasan tampil ngotot dan saling serang. Namun gangguan satelit akibat badai membuat siaran langsung terputus pada babak kedua. Saat itu kedudukan masih 1-1.

Bagi pendukung Turki, terputusnya siaran langsung itu membuat stres. Bukan hanya karena tak bisa menyaksikan perjuangan para pemain Turki, tapi juga disebabkan misinformasi.

Terputusnya pertandingan diisi dengan bincang-bincang antara presenter Tris Irawan dengan komentator Titis Widiatmoko. Mulanya kedua orang itu mengulas jalannya pertandingan. Setelah membahas permainan kedua kesebelasan, Tris Irawan menginformasikan bahwa skor telah berubah menjadi 3-1 buat Jerman. Informasi tersebut yang membuat pendukung Turki sport jantung.

“Sudahlah nontonin orang ngomong,  informasinya salah pula,” kata Ulfi, warga Kebon Melati, Tanah Abang, sambil menggerutu.

Untung saja Tris Irawan meralat informasi skor sementara itu  menjadi 2-2, dan tak lama kemudian siaran langsung kembali tersambung. Para pendukung Turki masih  optimis akan terjadi keajaiban pada menit-menit terakhir, sebagaimana yang terjadi pada laga Turki-Swiss, Turki-Czek, dan Turki-Kroasia.

Keajaiban memang terjadi, tapi kali ini yang beruntung adalah Jerman. Pada menit ke-90, Philip Lahm menggetarkan gawang Turki setelah dia berhasil menaklukkan kiper Rustu Recber dan menyarangkan bola ke sudut kanan gawang. Jerman pun unggul 3-2.

Kedudukan tak berubah hingga wasit meniup peluit tanda pertarungan berakhir. Langkah Turki terhenti, dan Jerman melaju ke final.

Sayang, pertandingan yang menarik ini tak bisa disaksikan   dengan utuh.

No Comments Yet

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar