Dari namanya saja sudah terlihat kalau Syamsir Siregar bukan orang Jawa. Tapi kalau Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu sampai menyebut “sontoloyo”, pasti dia sudah jengkel banget.
Makian khas Jawa itu dia lontarkan saat mengomentari perilaku menteri yang partainya menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Syamsir, dalam rapat kabinet menteri tersebut setuju kenaikan harga BBM. Tapi di DPR dia bicara sebaliknya.
“Itu kan enggak benar. Kalau rapat kabinet sudah putus, kok di luar ngomongnya lain. Sontoloyo!” katanya, seperti dikutip Media Indonesia, Jumat (27/6). Namun dia menolak menyebutkan nama menteri bersangkutan dan partainya.
Tindak-tanduk menteri tersebut, kata Syamsir, sudah diketahui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Untung bukan aku presidennya. Kalau aku presidennya, sudah ku-ciao,” ucapnya sambil mengibaskan tangan.
Dari kata-katanya terlihat kalau purnawirawan jenderal berbintang dua ini sudah benar-benar jengkel dengan perilaku menteri yang “bermuka dua”.
“Sudah ku-ciao“, bisa diartikan dia akan memecat menteri bersangkutan. Sayangnya, dia tidak punya wewenang untuk melakukan hal tersebut.
Mesti jadi presiden dulu, Pak Syamsir, baru bisa mecat menteri!
2 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar

Yang sontoloyo itu presiden sama Kepala BIN-nya.
Presiden sontoloyo karena rakyat lagi susah, BBM dinaikkan. Setelah itu rakyat disuruh hemat dan sabar. Apa yang harus di hemat lagi SBY? orang sudah tdk punya apa2 kok disuruh hemat. Kau enak SBY, sejak bangun tidur sampai tdr kembali dibiayai oleh negara. Nah, rakyat kecil yang makan saja sehari sekali apanya yg mau dihemat. SONTOLOYO.. Kalo orang Ambon yg ngomong SONTOLOYO berarti sudah lebih marah dari Syamsir Siregar yang SONTOLOYO itu.
Kepala BIN Sontoloyo karena enak aja ngomong yg bukan urusannya, sementara yang menjadi urusannya gak ada yg beres. kalau tau FY mau buat kerusuhan kok gak dilapor ke Polisi supaya diantisipasi malah dibiarkan, belakngan baru diceritakan. SONTOLOYO. Lebih Sontoloyo lagi kasus Munir sampai sekarang blm selesai2. SONTOLOYO.. SONTOLOYO.. SONTOLOYO..
semakin jelas wajah politik NKRI di rena politik, yang sudah tidak mampu lagi merekonstruksi konstitusi untuk mensejahterakan rakyat, sangat terbukti bahwa dari beberapa orde pemerintahan dengan nasionalisme yang berganti wajah, di iringi idiologi pancasilanya yang di anggap sudah tidak resisten dan tidak pasten lagi bagi terciptanya suatu masyarakat indonesia yang madani, terpimpin dan terisolir dari keterburukan secara ekonomi dan sosial.
NKRI mungkin sudah saatnya untuk merenung kembali sistem yang tepat, guna menjawab slogan bineka tunggal ika itu “berbeda beda tetapi tetap satu” supaya jangan lagi ada imits yang justru kontra produktif dari slogan ini.
kebiasaan hisup ekslisif dan memelihara masalah dalam tubuh departemen pemerintahan adalah suatu sikap politik para elit Jakarta yang justru membunuh bangsa Indonesia sendiri.
kesan terburuk bagi beberapa wilayah jajahan NKRI seperti Aceh dan Papua Barat adalah negara sudah tidak mampuh lagi mentolerir atau mengimbangi kesejahteraan rakyat jawa secara kusus dan wilyah lain di seluruh nusantara tetapi negara hanya habis-habisan mematok dan mengawal ketat disintegrasi bangsa berdasarkan nasionlisme yang rapuh. hal tersebut bagi rakyat bangsa Papua dan Aceh adalah sebuah kebodohan besar bagi indonesia dan proses pembunuhan diri sendiri bagi Indonesia, karena semakin kian tekanan politik dengan maksud yang negatif akan justru mempercepat berakhirnya proses pemerintahan yang posistif alias pemeipin indonesia yang berjiwa drakula, akhirnya kita bisa melihat banyak pembantaian, pembunuhan, penculikan dan pemerkosaan di Papua dan TImur-timur yang menghantar indonesia ke wacana politik internasional dengan predikat yang terburuk.
mungkin Acah dan Papua merdeka akan membuat Indonesia sejahtera? han itu bisa saja terjadi kalau orang-orang yang mengatur jakarta jangan berprinsip kuno dengan sistem siapa lu siapa gua cara hidup jakarta yang semakin hari semakin menyulitkan diri sendiri. kebudayaan itulah yang telah berakar sehingga sangat susah untuk hilangkan budaya KKN karena itu kami akan mengaminkan dengan segera Indonesia akan gulung tikar dari muka bumi???
Wa’Salam.