Mungkin aku yang terlalu lugu
atau terlalu baik
entahlah
yang pasti aku telah tertipu
dengan bujuk rayu dan kata-kata manismu
yang membuatku mau menerimamu
dan mencoba serius berhubungan denganmu
sementara kau menjadikanku pelarianmu
tempat berlabuh sementara
saat kau patah asmara
Kini kau temukan tambatan baru
kau lupakan aku
tinggalkan aku yang termangu-mangu
Kita akhiri hingga di sini
tak perlu dikenang lagi
rasa suka yang berbuah sakit hati
Juni 26, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Di mana ada kemauan
di situ ada jalan
di mana ada kemaluan
di situ ada kenikmatan
Kemaluan bangkit karena adanya kemauan
tapi harus diarahkan
biar aman dan nyaman
Kemauan kendur bikin kemaluan tidur
harus semangat supaya selalu siap tempur
jangan sampai loyo sebelum menggempur
Juni 24, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
kemaluan, kemauan, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Dulu namanya Pekan Raya Jakarta
sekarang Jakarta Fair Kemayoran
dulu tempatnya di Lapangan Monas
sekarang di Kemayoran
Acaranya berlangsung sebulan
segalanya dikomersialkan
bermacam ragam produk dipamerkan
peserta meraup laba dari penjualan
pengelolanya untung miliaran
Sayangnya, pedagang kecil tersingkir
penjual kerak telor dagang di pinggir
pengunjung berkantung cekak pada mikir
mereka tak kuat bayar tiket masuk dan parkir
Juni 22, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Jakarta Fair Kemayoran, Pekan Raya Jakarta, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Setelah saling sindir, mereka berdebat
adu cuap adu pendapat
yang tersurat maupun tersirat
putar otak tebar siasat
tapi harus kedepankan akal sehat
jangan terbawa emosi sesaat
nanti ditertawakan rakyat
Juni 18, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
debat, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Namanya Cici Paramida
rupawan wajahnya
merdu suaranya
penyanyi dangdut profesinya
punya suami seorang pengusaha
waktu nikah ngakunya duda
Mereka menikah di Mekkah
tapi baru tiga bulan sudah bermasalah
suaminya selingkuh tertangkap basah
Cici ditabrak sampai berdarah
sebuah berita yang bikin infotainment bergairah
Akankah Cici jadi janda?
atau suaminya yang masuk penjara?
para penggemar infotainment menunggu berita selanjutnya
Juni 16, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Cici Paramida, infotainment, Mekkah, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Namanya Siti Hajar
seorang perempuan asal Jabar
lugu tak terpelajar
oleh majikannya di Malaysia dia kerap dihajar
gaji tiga tahun pun tak dibayar
Sungguh malang nasib Siti Hajar
perlakuan yang dia terima sungguh tak wajar
disiksa seperti pemberontak yang makar
tapi kenapa pemerintah tak mau belajar
melindungi pahlawan devisa dari kekejaman majikan yang kurang ajar
Juni 15, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Malaysia, Sajak, Siti Hajar . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Seribu tanya
seperti orang terpidana
tak berkutik, tak berdaya
meringkuk di penjara
Ada di mana?
sama siapa?
ngapain aja?
awas, jangan main gila!
Juni 12, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Burung besi TNI jatuh lagi
hanya berselang empat hari
sudah jatuh dua burung besi
bendera setengah tiang pun berkibar kembali
Prajurit TNI gugur lagi
darah dan air mata mengalir lagi
harus prihatin semua petinggi
musibah ini jangan terulang lagi
Juni 12, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Sajak, TNI . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Sedia payung sebelum hujan
sedia gayung sebelum siraman
sedia dayung sebelum bersampan
bersedialah sebelum ada kejadian
Juni 12, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Gelap mata pertanda kalap
membabibuta dalam gelap
siapa mendekat hendak disergap
yang melawan pasti dibekap
Gelap mata buta hati
nafsu amarah jangan dituruti
niscaya hidup tak dapat simpati
semua menjauh karena antipati
Juni 12, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar