Kau serahkan padaku
untuk memilih berpisah atau tetap bersamamu
kau ingin tunjukkan betapa berharganya dirimu
tak peduli aku marah atau pilu
Sebegitu pentingkah jalan bersamamu
sementara banyak wanita berharap dibekap dan dicumbu?
ingin kuberlari tapi bayangmu terus memburu
kali ini aku takluk padamu
tapi entah di lain waktu
Juli 29, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Habis manis sepah dibuang
yang dulu gadis sekarang janda kembang
tetap manis bikin mabuk kepayang
selalu modis sedap dipandang
bukan selebritis tapi terpandang
laris manis dikejar lelaki mata keranjang
Juli 28, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
janda kembang, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Kamu suka nyebelin
tapi sulit dilupain
kadang ramai kadang dingin
mood-nya tergantung arah angin
Mau ngelupain tapi kamu ngangenin
apalagi belum ada yang bisa ngegantiin
kalau kamu curhat aku suka merhatiin
panjang pendek, aku betah dengerin
Juli 24, 2009
Kategori: Sajak . . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Teroris itu sadis
penampilannya ada yang klimis
ada pula yang berkumis
bisa berwajah manis
bisa pula berubah bengis
Teroris itu bekerja taktis
tak suka bicara bombastis
tapi karyanya bikin hati miris
mengumbar teror secara gratis
dimana-mana menebar krisis
Teroris itu harus ditumpas habis
walau misterius seperti iblis
mesti dilawan secara strategis
jangan biarkan mereka jadi legendaris
apalagi dipuja-puja seperti selebritis
Juli 24, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Sajak, teroris . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Main air basah
main api terbakar
main bola lelah
main bom gempar
Main petasan mengasyikkan
tapi awas kebakaran!
main bom mengerikan
itu kejahatan terhadap kemanusiaan!
Juli 23, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
bom, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Minggu siang di Pancoran
kita bertemu di satu restoran
ketawa-ketiwi kegirangan
berpisah puluhan tahun kini ketemuan
Ada yang makin menawan
ada juga yang sudah beruban
semuanya mengalami perubahan
tapi persahabatan tetap berjalan
Silaturrahmi mempererat persahabatan
jarak yang jauh bukan halangan
kita bertemu untuk memupus kerinduan
di Pancoran kita jalin kemesraan
Juli 21, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Pancoran, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Jumat pagi bom meledak di Mega Kuningan
dua hotel jadi sasaran
Jakarta makin tidak aman
padahal tiga hari lagi si Setan Merah main di Senayan
pecandu bola merasa kehilangan
tak jadi melihat Setan Merah unjuk kemampuan
Teroris merusak kami punya impian
menyaksikan Setan Merah gentayangan di Senayan
hentikan teror kalian!
Indonesia negara aman
aksi teror membuat tim elit dunia enggan ke Senayan
menonton langsung Setan [...]
Juli 17, 2009
Kategori: Olahraga, Sajak . Yang berkaitan:
Olahraga, Sajak, sepak bola, Setan Merah . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Ini kisah pemilihan presiden di satu negeri
penguasa lama kembali mencalonkan diri
hitung cepat menyatakan perolehan suaranya tertinggi
meski kemenangannya belum resmi
dia sudah kebanjiran ucapan selamat dari sana-sini
Tiba-tiba muncul wacana soal dinasti
berkaitan dengan pemilihan presiden lima tahun lagi
kata berita, si istri akan gantikan sang suami
sehingga tercipta satu dinasti
Sang suami membantah wacana ini
dia tak mau ada dinasti
apakah sama yang [...]
Juli 16, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Politik, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: & Komentar
Dalam setahun kalah dua kali
pertanda apa ini?
sudah tak laku lagi?
atau pesaing yang berhasil mencuri simpati?
Para petinggi harus introspeksi
bila perlu reposisi
jangan alergi dengan oposisi
Partai harus punya harga diri
jangan digadaikan untuk dapat posisi
jangan dagang sapi untuk jadi menteri
niscaya makin banyak yang benci
dicaci maki di sana-sini
nanti tak dipilih lagi
akhirnya jadi partai gurem tak bergigi!
Juli 15, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Politik, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Ini kisah si Siti dan Amat
Kepada Siti, Amat mengaku cinta berat
ibarat emas, murni duapuluh empat karat
tapi Siti menganggap Amat cuma teman curhat
Amat pun kecewa berat
dia merasa sudah terjerat
terpedaya mulut manis dan tipu muslihat
Pupus sudah impian Amat menjadikan Siti teman dunia akhirat
hidupnya tak lagi bersemangat
hidup enggan tapi belum mau tamat
sudah minum obat kuat tapi hasilnya tak [...]
Juli 14, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar