Di satu negara
para penegak hukum tak seia sekata
terjadi silang sengketa
mereka berperkara
ada pula yang dijadikan tersangka
Akhirnya turun tanganlah baginda
dibentuklah tim pencari fakta
mereka panggil semua pihak yang bersengketa
digali dan didapat berbagai fakta
Rekomendasi pun diberikan kepada baginda
setelah dipelajari dan ditelaah, dia akan mengeluarkan titahnya
tapi dia tak mau dipaksa
bersabarlah para punggawa dan kawula
jangan mendesak dan memaksa baginda
tunggu saja [...]
November 19, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
baginda, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Di beranda ada janda
duduk berdua dengan perjaka
mereka saling menggoda
tak peduli apa kata tetangga
yang penting suka ria
menjalin asmara
asyik masyuk dimabuk cinta
Suara tangis mengganggu kencan buta
anak si janda merengek minta dibelikan sepeda
si perjaka hanya bisa mengurut dada
dia menangkap satu pertanda
harus merogoh kocek, uang tak bersisa
pulang dari rumah janda dompet pun hampa
itulah pengorbanan demi merebut hati janda [...]
November 16, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
asmara, beranda, janda, perjaka, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Di pengadilan negeri
Antasari diadili
Rani bersaksi
Wiliardi “bernyanyi”
“Nyanyian” Wiliardi dibantah para petinggi polisi
mereka kelabakan institusinya ditelanjangi
karena dituduh melakukan kriminalisasi
Bagaimana akhir persidangan ini?
tunggulah sampai palu hakim diketuk di pengadilan negeri
November 16, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Antasari, polisi, Rani, Sajak, Wiliardi . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Banyak rekayasa
fitnah dianggap hal biasa
bila terdesak segera mengeluarkan bantahan
dengan ringannya bersumpah atas nama tuhan
Segalanya serba palsu
manusia sudah tak punya malu
tak lagi kenal tabu
hidupnya di jalur abu-abu
masa depan negara jadi kelabu
November 12, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
fitnah, rekayasa, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Apa kabar, Syane?
masih ingatkah kau padaku?
lelaki yang kau tinggalkan
setelah kau manfaatkan
untuk menemani hari-hari sepimu
Apa kabar, Syane?
kau pernah mengisi hatiku
tapi kau tinggalkan aku
pergi bersama lelaki itu
yang mendapat lampu hijau untuk melamarmu
Apa kabar, Syane?
bahagiakah kau kini?
puaskah kau dengan pilihan hidupmu?
jangan kau sesali segala yang terjadi
hidupmu senang atau susah, aku tak peduli
kita jalani hidup apa adanya
jangan ada [...]
Oktober 27, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Niatnya puasa
sudah tak makan sebelas jam lamanya
menunggu dua jam lagi terasa lama
tak tahan didera lapar dan dahaga
mau tidur sulit memejamkan mata
akhirnya menyerah, segera berbuka
nanti dilanjut pekan berikutnya
Oktober 22, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
dahaga, lapar, puasa, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Ini musim berbagi posisi
di DPR berebut pimpinan komisi
di kabinet berganti menteri
yang bersedia koalisi dapat posisi
yang berkeras oposisi harus teguh hati
semuanya mengaku ingin mengabdi
tapi ujung-ujungnya mengincar kursi
bagaimana nasib demokrasi bila tak ada oposisi?
Oktober 20, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
koalisi, oposisi, Politik, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Banyak yang harap-harap cemas
ingin dipanggil ke Cikeas
supaya bisa jadi pejabat teras
menggantikan pejabat lawas
Yang mau jadi menteri pada ngantri
menunggu panggilan untuk audisi
tebar pesona cari simpati
siapa tahu di kabinet dapat posisi
Oktober 12, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Cikeas, kabinet, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Dunia makin tua
bencana di mana-mana
banyak manusia berdoa tolak bala
tapi banyak pula yang berbuat nista
tiada henti dan tak pernah jera
itu membuat tuhan murka
teramat pedih azab dan siksa-Nya
tak satu pun yang bisa mencegah kehendak-Nya
Oktober 9, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
azab, Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Kala hidup terpuruk
malu bertemu segala makhluk
tak ada kerja pikiran suntuk
hilang percaya diri kepala tertunduk
semua menjauh tak sudi menjenguk
serasa diri ini makhluk terkutuk
Oktober 8, 2009
Kategori: Sajak . Yang berkaitan:
Sajak . Penulis: dyhary . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar