Banjir, Pengadilan, Parlemen Jalanan

Mulai dari subuh diguyur hujan

Jakarta kembali kebanjiran

dimana-mana genangan

mulai dari yang cetek sampai yang bisa menenggelamkan

setelah reda massa berdatangan

tujuannya ke Senayan

unjuk rasa menyampaikan aspirasi ke anggota dewan

menuntut gubernur terdakwa diberhentikan

lain lagi di Ragunan

kasus penistaan agama kembali disidangkan

keterangan saksi didengarkan

entah kapan hakim sampaikan putusan

begitulah kehidupan

tak pernah henti dari perjuangan

ada yang pasrah kebanjiran

ada yang berkutat di pengadilan

ada pula  parlemen jalanan

Siti Aisyah

Perempuan asal  Serang

merantau ke negeri seberang.

Terlibat kasus  pembunuhan

kakak tiri presiden Korea Utara jadi  korban.

Banyak yang tak percaya  Siti  Aisyah agen rahasia

kalau diperalat mungkin saja.

Kisah Pencari Keadilan

Mereka menuntut   keadilan

agama dan ulamanya dinistakan

tapi pelakunya tak ditahan

malah kembali diaktifkan

setelah cuti tiga bulan

pemerintah berdalih bermacam alasan

pencari keadilan dituduh antikebinekaan

padahal mereka menjunjung tinggi persatuan

dan membela negara kesatuan

kenapa  mereka dianggap sebagai lawan?

apa karena mengganggu pemerintah punya kepentingan?

Aksi 112

Dilarang aparat  keamanan

rencana long march dibatalkan

diganti acara keagamaan

di Masjid Istiqlal dipusatkan

sejak Jumat malam umat berdatangan

qiyamullail ditegakkan

salat subuh didirikan

zikir  dan doa dipanjatkan

umat terus datang meramaikan

hujan lebat tak dihiraukan

para  ulama memberi tausiah bergantian

hingga zuhur berlangsung damai dan aman

bukti umat cinta damai anti kekerasan

Kenyang, Senang, Tenang

Makan hingga perut kenyang

tidur  lelap kantuk  hilang

mimpi meraih bintang

menghibur diri   hati pun  senang

berkeluarga supaya hidup tenang

bersyukurlah  jika segala impian tak lagi di awang-awang

15 Februari 2017

Ini hari bersejarah

pilkada serentak di sejumlah daerah

gawe besar pemerintah

memilih pemimpin itu gampang-gampang susah

tinggal coblos selesai sudah

tapi jangan sampai salah

nanti yang terpilih tidak amanah

yang tersisa sesal dan amarah

Orang Dalam

Ini kerap terjadi

karena tak percaya diri

segala urusan mengandalkan koneksi

orang dalam di satu instansi

akhirnya terjadilah kolusi

profesionalisme cuma basa-basi

nepotisme tak bisa dihindari