Bang Haji Bertamu ke Bukan Empat Mata

Banyak sudah penyanyi dangdut hilir mudik di Bukan Empat Mata. Bahkan ada yang lebih dari sekali menjadi tamunya  Tukul Arwana.  Namun belum afdol rasanya tanpa kehadiran Sang Raja.

Bukan  Empat Mata edisi  Selasa (24/8) terasa istimewa karena  kedatangan  Sang Raja yang  telah lama  dinanti. Ya, Raja Dangdut Rhoma Irama menjadi bintang tamu sekaligus menyumbangkan suaranya di talk show yang tayang di Trans 7 itu.

Sebelum  berbincang dengan Tukul, Rhoma membuka acara dengan menyanyikan lagu “Keramat”. Penampilannya masih gagah dengan mengenakan kemeja yang kancing atasnya dibuka.

Dalam perbincangan dengan Tukul, yang didampingi co-host Cintya Sari,   Rhoma menjelaskan,  keramat  itu bisa memberi manfaat atau mudharat.

“Seperti kata Nabi SAW,  ridho Allah sangat tergantung   ridho   orang tua, murka-Nya  juga tergantung murka  orang tua, terutama ibu,” kata pria yang akrab dipanggil Bang Haji.

Tukul juga menanyakan  kesibukan Rhoma, yang  tengah menggarap sebuah  film.

“Saya  baru dari Thailand untuk processing film. Judul filmnya, Dawai 2 Asmara,” katanya.    Film itu, lanjutnya, dibintangi Ridho Rhoma, Cathy Saron, dan Delon.

Nama Rhoma Irama juga  menjadi pertanyaan Tukul. “Yang benar Oma Irama atau Rhoma  Irama?” tanyanya.

Menurut Rhoma, Oma adalah nama kecil, sementara  nama aslinya  Irama, dan di akte kelahiran  tertulis Raden Irama.  “R-nya saya sembunyikan  dengan alasan tertentu,” ucapnya.

Setelah naik haji, dia menambahkan, nama Raden  Haji  Oma Irama digabung menjadi Rhoma Irama.

Mendengar penjelasan tersebut, Tukul  nyeletuk,   “Nggak beda jauh dengan saya. R-nya Rada. Jadi  Rada Tukul Irama.”

Mengenai musik yang dia usung, Rhoma mengungkapkan pada dekade 70-an dia  membuat revolusi  musik dari orkes melayu ke dangdut untuk mengimbangi  musik rock  yang melanda dunia.

“Orkes melayu kalau tidak  direvolusi pasti  tenggelam. Misalnya, masuk unsur drum, lead guitar, lirik pesimis jadi optimis,  sound system dari 50.000 watt jadi  ratusan ribu watt,” paparnya.

Rhoma juga mengaku tidak  keberatan bila ada pedangdut yang meniru gayanya di atas panggung. “Bahkan saya merasa senang karena  itu menunjukkan  paling tidak mereka  kenal saya. Mudah-mudahan suka sama saya,” katanya.

Entah karena terpesona dengan penjelasan Bang Haji, Tukul kembali nyeletuk, “Terlena…..”.  Itu   adalah pelesetan dari kata yang menjadi ciri khas Rhoma, “Terlalu”.

Di sela bincang-bincang, ditayangkan pula pembuatan video clip dari lagu terbaru Rhoma Irama yang berjudul “Azza”. Video clip itu dibuat di Mesir.  Negara tersebut, kata Rhoma, dipilih untuk menjadi lokasi shooting karena  di sana banyak turun Nabi dan musuh Allah, seperti Fir’aun.

“Azza, sebagai lagu yang menceritakan tentang Allah,  sesuai  untuk dibuat di  Mesir,” ucapnya.

Pertanyaan lain yang diajukan Tukul menyangkut   penghargaan yang diterima  Rhoma dari Pitsburg University, AS. “Dengar-dengar  Bang  Haji mendapat gelar profesor dangdut,” tanya Tukul.

Rhoma meluruskan,  dia tidak mendapat gelar tersebut, melainkan profesor  of music. Di AS, kata Rhoma, dia menghadiri  konferensi  Islam  Internasional  dalam konteks  kebudayaan Indonesia-Malaysia.  Karena diminta  membuat makalah, dia menulis tentang  dangdut.

“Di paper itu saya ceritakan  bagaimana dakwah  lewat  dangdut  itu sendiri,” tuturnya.  Dia mengaku baru tahu dari forum tersebut bahwa lagu Soneta, grup yang dia pimpin,  telah dipelajari  di puluhan  universitas  di dunia.

“Saya baru tahu  hari itu bahwa   secara akademis lagu Soneta  dipelajari  oleh mereka,” katanya.

Selain Rhoma, tamu Tukul  lainnya   malam itu adalah pedangdut Ikke Nurjanah dan Iis Dahlia;  Irza, penyanyi cilik, yang penampilannya  meniru Rhoma; dan Asmar, seorang penggemar dan kolektor kaset Rhoma Irama.

Sama seperti Rhoma, Ikke juga diundang ke Pitsburg  untuk bicara tentang dangdut. Salah satu topik  yang dia bawakan di sana adalah tentang cengkok dangdut.

“Saya jelaskan bahwa penyanyi dangdut  punya cengkok  dengan ciri khas masing-masing,” ucapnya. Ikke juga mencontohkan cengkok dangdut saat menyanyikan sebuah lagu The Beatles.

Rhoma menambahkan,   saat ini di AS   sudah ada grup dangdut koboy. Mungkin yang dia maksud lagu dangdut yang dinyanyikan penyanyi western.

“Sudah dibuka  juga cabang  PAMMI (Persatuan Artis dan Musisi Melayu Indonesia)  AS. Secara periodik  mereka mengadakan  festival  dangdut,” katanya bangga.

Ternyata dangdut sudah go internasional. Bagaimana dengan  jogetnya, Bang Haji?

Iklan

2 Komentar

  1. wah sy mrasa ketinggalan informasi dan kehilangan moment tdk nonton Bang Haji ama si Tukul. Saya minta tolong agar Trans TV memutar ulang tayangan tertsebut<.Bravo Rhoma

    • bisa diliat di youtube kok mas


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s