Jam Sepuluh

Sudah  jam sepuluh

rezeki belum berlabuh

ke mana harus mengayuh

kaki terasa lumpuh

tak lagi kuat menopang tubuh.


Lepas jam sepuluh

yang tersisa hanyalah keluh

badan banjir peluh

dunia terasa gaduh

jiwa raga pun luluh.



Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s