Dangdut Stories di Pas Mantab

Bisa memainkan alat musik tradisional saron,  menguasai jurus-jurus pencak silat, dan lincah menyanyikan lagu dangdut. Dia bukan penyanyi dangdut, bukan pula  seniman musik tradisional. Tapi seorang bule, akademisi  dari Pitsburg University, AS, yang sudah puluhan tahun meneliti seni budaya Sunda dan musik dangdut.

Pria tersebut, Andrew  N. Weintraub Ph.D., Sabtu (9/10), menjadi bintang tamu di Pas Mantab, yang tayang di Trans 7.

Selain memperagakan kebolehannya memainkan saron, bermain pencak silat dan nyanyi dangdut,  bule  yang fasih  berbahasa Indonesia itu juga menulis buku berjudul Dangdut Stories, yang malam itu  ditunjukkan ke pemirsa.

Buku yang cover-nya menampilkan gambar si Raja  Dangdut Rhoma Irama merupakan  hasil penelitiannya tentang    musik dangdut di Indonesia.

“Saya bertemu  Rhoma Irama  tahun 2005 di rumahnya untuk penelitian, dan  diterima dengan tangan terbuka,” katanya.

Malam itu  Andrew menyanyikan  dua lagu dangdut,  Penasaran dan Terajana.  Andrew menyanyikan Penasaran berduet dengan Sule, salah seorang host Pas Mantab,  yang  memparodikan gaya Rhoma  Irama, mulai dari dandanan hingga gerak di atas  panggung.

Tanpa Sule sadari,  saat tengah asyik menirukan gaya Rhoma, orang yang  dia tirukan gayanya muncul dari belakang.  Berjalan perlahan sambil sesekali bertepuk tangan, Rhoma  maju mendekat hingga akhirnya berada di samping Sule.

Pria bernama asli Entis Sutisna itu kontan terkejut dan langsung   berlari ke belakang untuk mencopoti asesoris seperti  janggut buatan,  selendang, dan baju yang dia kenakan. Terlihat dia  kaget,  tak menyangka idola yang dia parodikan  hadir  malam itu. Entah sudah diskenario terlebih dahulu, atau kedatangan  Rhoma  memang  dirahasiakan, hanya produser Pas Mantab yang tahu.

Setelah  Andrew selesai menyanyikan Penasaran dan Sule sudah pulih dari keterkejutannya,   mulailah  terjadi dialog antara  ketiga host, Parto,  Andre, dan  Sule,   dengan Rhoma dan Andrew.

Menjawab pertanyaan Sule tentang bagaimana cara mencipta lagu, Rhoma menjelaskan bahwa mencipta lagu harus  jujur, tanpa ada tendensi  apalagi  berorientasi pasar  (market oriented).

“Jujur saja, apa yang mau disampaikan ke masyarakat sampaikan saja, dan argumentatif,” jelas Rhoma.

Di sela dialog,  ditayangkan pula cuplikan film Gitar Tua, dan video clip terbaru Rhoma Irama, Azza, yang menampilkan adegan salat subuh di padang pasir.

Menurut Rhoma, shooting video clip tersebut medannya  berat karena harus berpindah lokasi beberapa kali  dan banyak batuan piramid.

“Shootingnya  sampai terbenam matahari , total  tiga hari,” katanya.

Selesai membahas video clip, Sule kembali bertanya tentang mereka yang menirukan gaya dan suara Rhoma. “Apakah Pak Haji tidak merasa dilecehkan?” tanyanya.

Rhoma mengaku ikhlas dan memaafkan mereka yang menirukan  gayanya, entah itu tulus atau berniat melecehkan. “Seandainya mereka melecehkan  saya, saya maafkan dan saya sedekahkan (gaya dan suara),” ungkap Rhoma.

Mendengar pengakuan Rhoma, nampak  Sule  lega karena  aksinya memparodikan gayanya Rhoma tak sampai membuat si pemilik  gaya tersinggung.

“Saya berterimakasih  karena Pak Haji  ikhlas ditiru gayanya,” ucap komedian asal Bandung itu.

Sebelum acara ditutup, Andre meminta   komentar terakhir  dari Andrew menyangkut harapan dia pada perkembangan musik dangdut.

“Saya harap musik dangdut  tetap eksis dan berkembang. Mudah-mudahan  ada penyanyi baru, karangan (lagu ciptaan) baru,  single baru dan disebarkan di seluruh dunia,” harap bule yang rambutnya irit tersebut.

Pas Mantab malam itu ditutup dengan pemberian kenang-kenangan berupa  gambar siluet Rhoma dan  Andrew, yang diserahkan langsung oleh pembuatnya, Priyaji.

Sebagai penutup,  Rhoma  membawakan lagu terbarunya, Azza, yang berasal dari kata Azzawajalla.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s