Siapa Tak Menyayangi, Dia Tak Disayangi

Judul buku: Sahabat-Sahabat Cilik Rasulullah

Penulis: Dr Nizar Abazhah

Penerbit: Zaman, 2011

Tebal: 220 halaman

Rasulullah SAW adalah insan kamil. Dia  adalah rakhmat bagi  alam semesta.  Bukan hanya untuk manusia, tapi untuk  seluruh makhluk.

Tak hanya  orang dewasa,  anak-anak juga  menghormatinya. Sebaliknya, dia pun menyayangi mereka.

Sejarah membuktikan,  para sahabat yang  dia asuh sejak belia kelak menjadi  tokoh-tokoh besar.  Ali bin Abi  Thalib,  misalnya. Sejak balita dia sudah tinggal di rumah tangga Rasulullah, dan dididik langsung oleh manusia mulia itu.

Ali  merupakan  pemuda pertama yang masuk Islam,  dan menjadi  kepercayaan Rasulullah. Dia adalah contoh nyata  kader yang dibina  Rasulullah sejak belia hingga Rasulullah wafat.

Sahabat lain yang dididik Rasulullah sejak belia adalah Zaid bin Haritshah.  Dia adalah anak angkat, yang mengabdi pada keluarga  Rasulullah sejak kecil. Saking sayangnya pada Zaid, Nabi pernah  bersabda bahwa “Zaid adalah anakku. Dia dapat  mewariskan dan mewarisi.”

Zaid dijuluki pula sebagai Hibb Rasulullah, atau kecintaan  Rasulullah.

Buku ini berisikan  kisah anak-anak  yang hidup dan melihat langsung  Rasulullah, yang dihimpun dari   berbagai buku sejarah  Nabi dan kitab-kitab hadis.

Penulisnya, Nizar Abazhah,  menggambarkan  secara sempurna  bagaimana seharusnya seorang  ayah bergaul  dan  memperlakukan  anak-anaknya  supaya kelak  mereka menjadi  pribadi-pribadi saleh di tengah masyarakat, sebagaimana   anak-anak  masa Nabi dulu menjadi pribadi mulia  dan alim setelah mereka dewasa. (hal 12)

Orang tua yang ingin mendidik anak dengan  hati yang lembut dan penuh kasih sayang perlu  meniru teladan Rasulullah. Beliau tak pernah  marah dan selalu ramah kepada anak-anak.

Sekali waktu saat sedang bercengkerama  dengan cucu-cucunya, Hasan dan Husein,  Nabi  didatangi  pemimpin Bani Tamim  bernama Aqra’ ibn Habis,  yang nampak heran melihat  keakraban  Nabi dengan anak-anak. Rupanya  dia tak terlalu  dekat dengan anak-anaknya.

Melihat keheranan Aqra’ , Nabi mengingatkan, “Siapa yang tak menyayangi, dia tak akan disayangi.”

Ungkapan itu tetap relevan  hingga kini. Rasa sayang kita kepada  siapa saja,  akan  berbuah rasa sayang pula kepada diri kita sendiri.

Jadi, orang tua  dan guru yang mendidik  dengan penuh kasih sayang,  akan   disayangi pula oleh  anak dan siswanya.

 

 

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s