Ketika Darah Tak Lagi Amis

Judul buku: Jalan Jihad Sang Dokter

Penulis: dr. Joserizal Jurnalis & Rita T. Budiarti

Penerbit: Qanita, 2011

Tebal: xxii + 310 halaman

Darah itu amis! Semua  orang tahu, apalagi mereka yang berkecimpung di dunia  medis.

Tapi tidak dengan darah syuhada. Berdasarkan kesaksian dr. Joserizal Jurnalis, Ketua Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee),   darah   mereka tidak berbau amis.  Hal  itu  ditemuinya saat menjalankan misi kemanusiaan   di    medan konflik seperti Maluku  dan Palestina.

Bahkan ada  syuhada yang  bermandikan darah  masih  sempat melantunkan ayat-ayat suci al Qur’an tentang perintah berjihad. Subhanallah.

Buku ini berisi kisah Joserizal  dan Tim MER-C   menjalankan misa kemanusiaan  di   medan konflik, khususnya Maluku dan  Palestina.   Sejak didirikan 12 tahun lalu, MER-C  tak pernah lelah  menjalankan misi kemanusiaan untuk menolong  para korban tanpa membedakan  latar belakang  suku, agama, ras dan golongan.

Tentu  perjuangan menembus medan konflik  tak bisa disamakan dengan pesiar ke tempat  wisata.  Banyak tantangan yang  harus dihadapi. Mulai dari birokrasi  yang berbelit hingga terkena peluru nyasar.  Hanya  mereka yang bermental baja dan siap mati saja yang sanggup menjalaninya. Tentu  saja  didasari dengan keikhlasan karena  kerja kemanusiaan di daerah konfik   tak ada imbalannya.

Selain   menjalankan misi kemanusiaan menolong korban agresi Israel, Tim MER-C juga berusaha mendirikan  Rumah Sakit Indonesia di Palestina.  Selain dana, mereka juga membutuhkan dukungan  dari pemerintah Indonesia dan Palestina.

Usaha tersebut tidak sia-sia karena  mendapat respon positif dari pemerintah kedua negara. Liku-liku pendirian rumah sakit itu diceritakan pula dalam buku ini.

Karena dinilai   berhasil menjalankan misi kemanusiaan di Palestina,  birokrasi yang dihadapi MER-C  saat merintis pendirian  rumah sakit terbilang lancar. Pihak KBRI di Mesir, misalnya,  antusias membantu. Padahal saat MER-C    berusaha masuk ke Palestina untuk membantu korban agresi Israel, mereka   terkesan ogah-ogahan  membantu.

Saat itui  Joserizal sempat  bicara keras kepada Duta Besar Ri di Mesir. “Bagaimana ini?  Membantu sesama muslim  saja tidak bisa.  Kalau begini bisa jadi Imam Samudera kita semua?” katanya berang. (hal 122)

Kini proses  pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, Palestina,  masih berlangsung. Rumah sakit itu   akan  menjadi  saksi  kepedulian rakyat Indonesia terhadap nasib saudara-saudaranya di Palestina. Semoga segalanya lancar dan diberkahi Allah SWT.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s