Masih ada yang Tersisa

Saat tengah asyik browsing internet, saya  terima sms dari  teman saya, Asra. “Bt deh, masa gw  hari ini puasa dan tiba2 jam  segini  harus batal,” tulisnya.

Saat itu  jam menunjukkan 14.58 WIB. Itu berarti  sekitar  tiga jam lagi dia berbuka puasa sunnah  hari Kamis.

Karena  tahu nona satu ini  termasuk  yang doyan makan, saya menduga  dia batal puasa karena  tergoda ingin makan.  “Pasti krn ngeliat  mkanan,” balas saya.

“Ngak lah. Masa  jam segini gw  batal gara2  mkanan. Sayang bgt. Gw mungkin  maksa udh mau  puasa hari ini, ternyata blum bener2 bersih.”

“Msh ada yg tersisa?”

“Ember.”

“Ya udh makan aja. Ntar Senin puasa lg.”

“Iya.”

Ternyata  dia batal puasa sunnah bukan karena tergoda makanan, tetapi  karena problem kewanitaan. Nampaknya  dia mengira  haidnya  sudah  selesai,  ternyata belum.

Meski puasanya batal,  niat baiknya untuk berpuasa tentu  mendapat  ganjaran   di sisi Allah SWT. Semoga dia bisa istiqomah menjalankan puasa Senin-Kamis saat tidak berhalangan.

Kampanye Hitam

Sumbernya  berita  sebuah tabloid

oleh pihak tertentu dikutip

dianggap berita yang  valid

situasi  pun jadi rumit


Isinya tentang agama istri  seorang cawapres

tim suksesnya jadi stress

takut jagonya nggak sukses


Jangan mainkan isu agama

di tabloid jadi berita utama

di kampanye dibagikan percuma

halalkan segala cara  untuk jadi yang pertama

Tertipu

Mungkin aku yang terlalu lugu

atau terlalu baik

entahlah

yang pasti aku  telah tertipu

dengan bujuk rayu dan kata-kata manismu

yang membuatku  mau menerimamu

dan mencoba serius  berhubungan denganmu

sementara kau menjadikanku pelarianmu

tempat berlabuh sementara

saat kau patah asmara


Kini  kau temukan tambatan baru

kau  lupakan  aku

tinggalkan aku yang  termangu-mangu


Kita akhiri  hingga di sini

tak perlu dikenang lagi

rasa suka yang  berbuah sakit hati

Kemauan dan Kemaluan

Di  mana ada kemauan

di situ ada jalan

di mana ada kemaluan

di situ ada  kenikmatan


Kemaluan bangkit karena adanya kemauan

tapi harus  diarahkan

biar   aman  dan nyaman


Kemauan  kendur bikin kemaluan  tidur

harus semangat  supaya selalu siap  tempur

jangan sampai loyo sebelum menggempur

Jakarta Fair

Dulu namanya    Pekan Raya Jakarta

sekarang  Jakarta Fair Kemayoran

dulu  tempatnya di Lapangan Monas

sekarang di Kemayoran


Acaranya   berlangsung sebulan

segalanya dikomersialkan

bermacam   ragam produk  dipamerkan

peserta  meraup laba dari penjualan

pengelolanya untung  miliaran


Sayangnya,  pedagang kecil  tersingkir

penjual kerak telor dagang di pinggir

pengunjung berkantung cekak  pada mikir

mereka tak kuat bayar tiket masuk  dan parkir

Debat

Setelah saling sindir,  mereka berdebat

adu cuap adu pendapat

yang tersurat maupun tersirat

putar otak   tebar siasat

tapi harus kedepankan  akal sehat

jangan terbawa emosi sesaat

nanti  ditertawakan rakyat

Lakon Cici Paramida

Namanya Cici Paramida

rupawan wajahnya

merdu suaranya

penyanyi dangdut profesinya

punya suami seorang pengusaha

waktu nikah ngakunya  duda


Mereka menikah di Mekkah

tapi baru tiga bulan sudah bermasalah

suaminya selingkuh  tertangkap basah

Cici ditabrak sampai berdarah

sebuah berita yang bikin infotainment bergairah


Akankah  Cici jadi janda?

atau suaminya yang masuk penjara?

para penggemar  infotainment menunggu  berita selanjutnya

Lakon Siti Hajar

Namanya Siti Hajar

seorang perempuan  asal Jabar

lugu tak terpelajar

oleh majikannya di Malaysia  dia kerap dihajar

gaji  tiga tahun pun tak dibayar


Sungguh malang nasib Siti Hajar

perlakuan yang  dia terima  sungguh tak wajar

disiksa seperti   pemberontak yang makar

tapi kenapa pemerintah   tak mau belajar

melindungi  pahlawan devisa  dari kekejaman majikan yang kurang ajar



Tanya

Seribu tanya

seperti orang terpidana

tak berkutik, tak berdaya

meringkuk di penjara


Ada di mana?

sama siapa?

ngapain aja?

awas, jangan main gila!


Jatuh Lagi

Burung besi TNI jatuh lagi

hanya berselang empat hari

sudah jatuh dua burung besi

bendera setengah tiang pun  berkibar kembali


Prajurit TNI gugur lagi

darah dan air mata mengalir lagi

harus prihatin semua petinggi

musibah ini jangan terulang lagi